Sabtu, 14 November 2015

PUISI MAHASISWA SEMESTER III UM PURWOREJO TAHUN 2014-2015



ANGPAU COBLOS SURAT SUARA PEMILU
Oleh Anif Pujiyanto

Demi jabatan kau bunuh rakyat
Tak kenal kasta kau junjung dusta
Duit… duit. Duit  senjata pamungkas mu

Jabatan kau dapat, amanah rakyat kau khianat
Dimana hati nuranimu, penghianat rakyat
Kebijakan kau buat, tuk membodohi rakyat
Janji….janji….janji
Tinggallah janji
Kenyataan janji mu tak ubahnya fiktif belaka
Itu lah politik negeri ini
Is Money with politic buy…….


Kebumen, 25 november 2014




BUKA TIRAI NAFAS

Oleh Rais Firdaus
                        
Liuk tanah tak merata
Lintas tapak melintas sirna
Daun semu berbasuh embun

Surya pejamkan fana ini
Gelap kelam menutup sunyi
Jangkar menahan cita

Itu dia, iya buta cita
Tuli ilmu, musuhmu
Melumpuhkan pikir tujuan kau

Buka
Buka baju kotormu
Lemparkan dalam panas api biru
Itu..itu..itu.. Lemparkan….

Datanglah kemari lima jarimu
Bukalah tirai yang menutup
Pandang jauh warna-warna baru

Magelang, 25 November 2014

BUNG KARNO
Oleh Siti Fathonah

Bung Karno !
siapa yang tak mengenal mu
Kau selalu ada di dalam jiwa bangsa
Atas nama bangsa Indonesia kau umumkan kebebasan
Kebebasan untuk kami
Kebebasan dari para kolonial
tak pernah terlupakan semangat mu
Bung Karno …
Jiwa mu adalah jiwa bangsa
dan semangat mu adalah semangat bangsa

Kebumen, 28 Agustus 2014













BERKAH ALAM
Oleh Anisa Kurniasih

Sampan rapuh setia bersamaku
Kicau burung menemani dayunganku
Biru laut tak pernah pudar menghiasi langkahku
Terkadang aku terombang-ambing oleh candaan ombak

Angin malam seperti bersatu dengan ragaku
Tapi tanpanya usahaku tak berdaya
Ikan – ikan menjadi emas permata bagiku
Terima kasih untuk limpahan RizkiMu.


Purworejo, 19 November 2014.













BURUH BANGUNAN

Ku sambut hari demi hari
Bagai latar tak bertumpu
Seujung tali tak pupus
Tentang arti kerasnya hidup
                               
Terik panas memayungi kepala
Bersimbah keringat di kulit
Bagi embun pagi yang dingin
Mengalir membasahi kulit
Tak kenal lelah mencari nafkah


Tangan kasar seolah beku dalam tuntutan
Mengais rupiah demi rupiah
Demi hidup anak dan istri
Dikelak esok

Kebumen, 12 APRIL 2014




 
SAJAK MAHASISWA Blogger Template by Ipietoon Blogger Template